Skip to main content

Puisi: Bersyukur Pagi di antara kebun dan sawah

Bismillahiwaihamdihi

Pagi ini tenang sekali
tak ada bising yang berarti
walau di dekat sini ada sebuah kali
suara airnya tak mengganggu sama sekali
karena seirama dengan suara hati 

Suara jangkrik pun tak terlewati
sahut menyahut tanpa henti
Menanti terbitnya Sang Mentari
Biarkan saja !
Barang kali Itu cara mereka menyukuri
Sekecil apa pun karunia Ilahi

Burung pipit pun tak kalah riang
Kesana kemari hinggap di pohon rindang
Menanti padi basahnya hilang
Siapkan sayap menjauh terbang

Seakan mengajarkan diri ini
Hari kemaren tak pernah terjadi
tak peduli hiruk pikuk dunia lagi
Semua juga akan berlalu dengan sendiri
Kau hanya perlu sedikit menyadari
Semua telah ada dalam sekenario Sang Robbi

Kepada jiwa yang selalu mengharap lebih
Yang Tak berbuat apapun selain sedih
Apa kau lupa lahirmu tak butuh pamrih
Adakah ungkapan selain terima kasih

Terima kasih kepada Sang Pencipta
Menghadirkan hamba lemah ke dunia
Penuh keluhan dan rintihan tanpa jeda
Selalu lupa dan alpa dengan karunia
Seakan lahirnya adalah syarat dunia
Bahkan iman pun belum pasti ada

Yaa Allah maafkan hamba
Jangan beri ruang nafsu durjana
menyisakan kufur nikmat dalam jiwa
mengotori ruang syukur yang tersisa

Namun mohon....
kembalikan kepadaMu saja
Hati keras setiap masa
ingatan dan fikiran selalu lupa
mohon kembalikan padaMu saja 

Wallahulmuwaffiqu walhadi ila sabilirrosyad

Comments

Popular posts from this blog

APA ITU MAQOSID AL SYARIAH (MUKADDIMAH)

Bismillahiwabihamdihi Berikut ini adalah terjemah kitab : مدخل إلى مقاصد الشريعة (Pengantar Maqosid Syari'ah) (Bagian Muqaddimah) Diterjemahkan oleh Afharrozi dkk Karya : Dr. Ahmad Arraisun Cetakan : Daarul Kalimat =MUKADDIMAH= Mencakup dua Masalah: 1. Pengertian Maqosid Al Syari'ah 2. Hajat/ Keperluan kita Kepada Maqosid Syari'ah I. PENGERTIAN MAQOSID AL SYARI'AH Maksud, Al Maksad adalah apa saja yang tergantung pada niat kita, apa saja yang dituju oleh keinginan kita ketika berkata-kata atau bekerja melakukan sesuatu. Dengan begitu, maka Maqosid Al Syari'ah dapat diartikan sebagai sebuah makna, tujuan, bekas, hasil yang bergantung dengannya khitob al syar'i (terget hukum) dan taklif al syar'i (pembebanan hukum). Dan diharapkan dari orang yang dibebani hukum agar menjalani/melaluinya dan sampai kepada tujuan itu. Syari'at menghendaki dari orang yang dibebani hukum agar mengarahkan tujuannya kepada yang telah ditunjuk oleh Syariat itu sendiri, dan berusa...