Bismillahiwabihamdihi
Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh
Hi Ikhwanku yang pintar-pintar, saya senang bisa belajar ngeblog buat belajar
nulis uneg-uneg. Kali ini saya ingin mencoba menguraikan tentang "bismillahiwabihamdihi".
Menurut yang kami dengar dari guru-guru kami di Nahdlatul Wathan kalimat "bismilahiwabihamdihi" itu mulai disebarluaskan oleh Guru Besar kami Almagfurulah Maulanasyaikh TGKH Muhammaz Zaiddin Abdul Madjid Al-anfanani untuk mengawali penulisan surat. Pertanyaannya, kenapa kalimat basmalah tersebut seperti/ seolah-olah sebagai pengganti dari basmalah yang ada dalam Al-quran???
Jawabannya, menurut jumhur ulamak syafi'iyah dan ulamak ahlussunnah wal jamaah lainnya bahwa penulisan basmalah dengan bahasa latin/ selain bahasa arab hukumnya tidak boleh. dalil-dalilnya antara lain:
- Diawal surat perjanjian hudaibiyah, Rosulullah SAW merekomendasikan pemakaian basmalah yang tidah selafaz dengan yang ada di dalam Al quran, yaitu "bismikallahumma" ;
- Basmalah yang merupakan ayat Al-Qur’an adalah pembatas antar surat, sebagaimana hadits Ibnu ‘Abbas Rodhiyallohu ‘anhuma, bahwasanya beliau berkata:كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَعْرِفُ فَصْلَ السُّورَةِ حَتَّى تَنَزَّلَ عَلَيْهِ: بِسْمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ.“Dahulu Nabi -shollallohu ‘alaihi wa sallam- tidak mengetahui pembatas pada tiap-tiap surat hingga diturunkan kepada beliau: بسم الله الرحمن الرحيم.”. (HR Abu Daud dengan sanad yang shohih)Maka konsekwensinya, setelah basmalah mestinya disebutkan surat Al-Qur’an yang baru, sementara basmalah yang disunnahkan ditulis di awal penulisan perkara yang lain, tidaklah demikian
- agar tidak mudah ikut terbuang dengan kertas surat yang biasanya kurang dihargai tempat menaruh atau membuangnya;
- menjaga ihtiat (kehati-hatian) ulamak yang mengharamkan penulisan ayat suci al~qur`an dalam bahasa latin atau selain arab, dimana Al-qur`an merupakan salah satu ayat dari al~qur`an.
Maka barangkali dalil-dalil diatas merupakan bagian yang mendasari Almagfurulah Maulanasyaikh TGKH Muhammaz Zaiddin Abdul Madjid Al-anfanani memakai kalimat "bismillahiwabihamdihi" sebagai pembuka penulisan surat dsb.
Namun, penulisan "bisnillahiwabihamdihi" ini sebenarnya diawali oleh salah seorang guru besar Beliau di Makkah Mukarramah.
Wallahulmuwaffiqu walhadi ila sabilirrasyad
lihat juga:
http://www.ahlussunnah.web.id/faidah-seputar-basmalah-bismillahirrohmanirrohiim
Comments
Post a Comment
yaqin~ikhlas~istiqomah