Meski
masih kecil, aku sudah punya cita-cita besar nan banyak lho, aku ingin jadi
pilot, presiden, profesor bahkan jadi perenang yang tangguh. Namun
yang masih terekam jelas di benakku adalah aku sangat ingin mengukir senyuman indah orang tuaku, walau entah hal itu termasuk cita-cita atau tidak, akupun tak tahu.
yang masih terekam jelas di benakku adalah aku sangat ingin mengukir senyuman indah orang tuaku, walau entah hal itu termasuk cita-cita atau tidak, akupun tak tahu.
Saat
itu Umur ku hampir 6 tahun, orang tuaku tanpa fikir panjang menyekolahkanku di
SD terdekat dari rumah, barangkali karena mereka tahu kalau aku memang tidak
punya pilihan lain.
Hingga
tibalah saatnya ujian semester pertama kelas I, aku ingin jadi sang juara kelas,
tapi sayang aku hanya mampu di rengking dua. Sepulang sekolah pun aku menangis
tersedu-sedu dan hanya uang jajan dari ibu yang bisa membuatku diam.
Ujian
selanjutnya, aku menyusun strategi baru, yaitu aku menangis dahulu sebelum masa
ujian datang. Tujuannya kalau aku tidak dapat rangking pertama, orang tua akan
mengira aku tidak juara satu karena
sakit sebelum ujian. Namun salah anggap, aku dikira ingin dibelikan sepeda,
akhirnya dijanjikan jika menjadi juara
di sekolah aku akan dibelikan speda. Biarlah, sudah terlanjur salah anggap.
Alhamdulillah,
kali ini aku berhasil jadi sang juara kelas, dapat hadiah dari sekolah sekali
gus sepeda dari orang tua. Orang tuaku pun tersenyum indah saat itu, dan itulah
yang ku idam-idamkan. Wa syukrulillah,
Sejak itu sampai kelas 6 SD tidak ada yang bisa menggantikan sang juara kelas.
Aku menganggap itu semua karena satu hal, bukan karena rajin belajar, tapi
hanya karena aku ingin membuat orang tuaku bahagia. Sampai-sampai pada smester
1 dan 2 kelas V aku pernah mencoba tanpa usaha belajar sedikitpun, tapi tetap
dengan dasar orientasi yang sama. Toh tetap saja jadi sang juara kelas.
Kesimpulannya, jika kita bertekat membahagiakan
orang tua, Allah akan membantu sukses dengan cara-Nya, bahkan walaupun ikhtiar
dan upaya kita kurang. Sekian..
Comments
Post a Comment
yaqin~ikhlas~istiqomah