Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh
Sahabat Blogger yang dirahmati oleh Allah SWT. Saat di bangku sekolah, Guru-ku, Sang Murabbi, yang kami panggil "Abah" pernah mengungkapkan kata-kata yang kurang ku mengerti, Bliau bilang:
"Hidup Itu Mudah, Hanya Butuh Sedikit Kesabaran". Awalnya dalam hati ingin bertanya, kenapa dikatakan hidup itu Mudah ?, dan hanya butuh Sedikit Kesabaran ?
"Hidup Itu Mudah, Hanya Butuh Sedikit Kesabaran". Awalnya dalam hati ingin bertanya, kenapa dikatakan hidup itu Mudah ?, dan hanya butuh Sedikit Kesabaran ?
Sering sekali kita pelajaran dan hikmah dari orang kita cintai, yang kita muliakan, yang kita segani dan ingin tauladani. Bukan hanya nasihat dari lisan saja, tapi juga dari tatacara hidup mulia Bliau, bahkan diamnya yang tak sempat kita mengerti dari awal. Ini adalah salah satu kata-kata hikmah yang ane dengar dan membuat hati bertanya-tanya.
Namun apa semua hal perlu ditanyakan ? apa semua hal harus dijelaskan dengan detail ? tentu "tidak". Karena keterbatasan waktu, keterbatasan kemampuan bahkan memang disengaja untuk membuat kita belajar lebih berfikir mandiri "menger"-bahasa Sasak Lombok.
Sampai saat ini yang bisa Oji fahami semua hal yang datang dari seorang guru merupakan sebuah ilmu yang berguna jika dihargai dan dimaknai. maka:
Namun apa semua hal perlu ditanyakan ? apa semua hal harus dijelaskan dengan detail ? tentu "tidak". Karena keterbatasan waktu, keterbatasan kemampuan bahkan memang disengaja untuk membuat kita belajar lebih berfikir mandiri "menger"-bahasa Sasak Lombok.
Sampai saat ini yang bisa Oji fahami semua hal yang datang dari seorang guru merupakan sebuah ilmu yang berguna jika dihargai dan dimaknai. maka:
- Maksud ungkapan diatas yg pertama, ingin menjelaskan dalam hidup harus optimis dan berprasangka baik terhadap Tuhan, karena Allah Berfirman dalam hadits Qudsi:
اني عند ظن عبدي بي
"Sesunguhnya Aku (Allah) sesuai dengan prasangka hambaku terhadap ku"
Artinya, jika menginginkan kebaikan dan kemudahan dari Allah yakinlah bahwa Allah itu memang baik dan selalu memberi kemudahan dan kebaikan pada hambanya, dan Dia tidak mungkin memberi kesulitan dan ketidak baikan pada hambanya yang baik.
- Ke dua, Ungkapan tersebut bukan dalam rangka meremehkan hakekat kehidupan dengan segala problematikanya tanpa peduli resolving (penyelesaian) yang memang seharusnya kita hadapi,
- ke tiga, kita ingin diajarkan hidup optimisagar jangan sampai menyerah sebelum tempur.
Demikian dulu ya Sobat, semoga ada manfaatnya.
Wallhulmuwaffiqu walhadi ila sabilirrasyad
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh
Comments
Post a Comment
yaqin~ikhlas~istiqomah