Skip to main content

MY STORY: Langkahku ke Tanah Suci

Assalamualaikum wr wb
Hai Blogger, kali ini al-faqir mau menceritakan sedikit pengalaman ketika hendak berangkat ke tanah suci Makkah. Sebab kita tak selamanya ingat,
sementara akan ada saat dimana kita ingin sekali menyegarkan kembali ingatan ini tentang hal-hal yang dapat menambah kesyukuran.


Setelah sekian lama berniat menuntut ilmu di tanah suci Makkah, bahkan sudah agak lama menanti, kurang lebih 4 tahun sejak selesai kuliah S1, sembari berkhidmat pada guru tercinta. Mungkin ada yg menganggap tak lama, tapi itu juga bukan waktu yang singkat untuk menanti, apa lagi kata orang "menanti adalah pekerjaan yang paling membosankan". Namun alhamdulillah, banyak pengetahuan dan pengalaman selama berkhidmat, baik ketika ikut mengaji, bepergian / safar, atau dalam menerima dan melaksanakan perintah Sang Guru.



Ada amalan-amalan yang mungkin Allah SWT ijabah selama menanti:

  • Shalat malam (walau jarang, he  :-)
  • Meniatkan dalam setiap kegiatan dan amalan baik yang kita lakukan agar menjadi berkah buat ke Tanah Suci,
  • shodakoh dengan niat khusus,
  • Ada juga doa yg setia terucap
ربنا انك جامع الناس ليوم لا ريب فيه ، اجمع بيننا وبين مكة والمدينة سريعا سريعا في خير ولطف و عافية
"Ya Allah Tuhan kami, sesungguhnya Engkau yang akan mengumpulkan manusia pada hari (kiamat) yang tidak ada keraguan padanya, maka kumpulkanlah hamba di Kota Suci Makkah dan Madinah dalam waktu dekat, dan dalam keadaan baik, nyaman dan sehat"


Alhasil, alhamdulillah beberapa minggu menjelang Ramadhan 1436 H tiba, ada kepastian Visa keberangkatan ke Makkah telah datang. Persiapan mulai al-faqir lakukan, seperti medical ceck up, pemindahan tugas, menyiapkan pakaian, barang bawaan, titipan, dan lain-lain. Semua barang mencapai 60-an Kg.



Pada hari rabu minggu pertama puasa 1436 H al-faqir berangkat dengan tekad yang bulat dan harapan bisa menimba ilmu di Madrasah Ash-Shaulatiyah Makkah Al-Mukarramah yang merupakan tempat belajarnya guru besar kami Al-Magfurulah Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid Al-Anfanani.



Perjalanan star dari rumah pukul 9.00 pagi, trus ke Yanmu NW Praya tercinta dalam rangka pamit & mohon doa pada Abah tercinta dan ustaz-ustazah disana. Kemudian ke Bandara Internasional Lombok di Praya. Take Off sekitar pukul 12.30 menuju Bandara Cengkareng Jakarta. Di Jakarta nginep satu malam di rumah salah seorang ahlul bait NW (GSM) dan paginya ke bandara, naik pesawat siang. Namun sayang ternyata banyak barang yang tidak bisa masuk bagasi, dijinjing pun tidak boleh karena melebihi batas berat maksimal barang jinjingan. Terpaksa koper dibongkar untuk memilah dan memilih barang yang paling penting.



Akhirnya berangkat menuju Bandara Colombo untuk transit 1 malam dengan pesawat Mihin Lenka sekitar 4 jam di atas pesawat. Malamnya nginep di salah satu hotel dekat bandara Colombo, Srilangka. Keesokan harinya perjalanan pun berlanjut menuju Bandara King Abdul Aziz Jiddah. Alhamdulillah dijemput oleh H. Rubai (mas'ul).



Alhamdulillah setelah melalui perjalanan yang melelahkan sampai juga di Kota Suci Makkah Al-Mukarramah.



==》udah azan asar nih, bersambung dulu, nanti dilanjut dengan kisah hari-hari awal di Tanah Suci Makkah....

Comments

Popular posts from this blog

APA ITU MAQOSID AL SYARIAH (MUKADDIMAH)

Bismillahiwabihamdihi Berikut ini adalah terjemah kitab : مدخل إلى مقاصد الشريعة (Pengantar Maqosid Syari'ah) (Bagian Muqaddimah) Diterjemahkan oleh Afharrozi dkk Karya : Dr. Ahmad Arraisun Cetakan : Daarul Kalimat =MUKADDIMAH= Mencakup dua Masalah: 1. Pengertian Maqosid Al Syari'ah 2. Hajat/ Keperluan kita Kepada Maqosid Syari'ah I. PENGERTIAN MAQOSID AL SYARI'AH Maksud, Al Maksad adalah apa saja yang tergantung pada niat kita, apa saja yang dituju oleh keinginan kita ketika berkata-kata atau bekerja melakukan sesuatu. Dengan begitu, maka Maqosid Al Syari'ah dapat diartikan sebagai sebuah makna, tujuan, bekas, hasil yang bergantung dengannya khitob al syar'i (terget hukum) dan taklif al syar'i (pembebanan hukum). Dan diharapkan dari orang yang dibebani hukum agar menjalani/melaluinya dan sampai kepada tujuan itu. Syari'at menghendaki dari orang yang dibebani hukum agar mengarahkan tujuannya kepada yang telah ditunjuk oleh Syariat itu sendiri, dan berusa...